html Pertemuan 3 — Dasar Vektor: Representasi dan Komponen | Fisika 2 Satuan Kredit Semester
Pertemuan 3 · Bab 2

Dasar Vektor: Representasi dan Komponen

Pertemuan 3 membangun fondasi bahasa vektor. Fokusnya adalah membedakan skalar dan vektor, membaca besar serta arah, menggunakan sistem sumbu, menguraikan vektor menjadi komponen x–y, dan menuliskan vektor dalam bentuk Kartesian. Operasi penjumlahan, pengurangan, perkalian skalar, dan perkalian vektor dipindahkan ke Pertemuan 4 agar beban belajar lebih bertahap.

Skalar & VektorRepresentasiSistem SumbuKomponen x–yKuadranBentuk i, j, k340 menit
Batas Pertemuan 3: mahasiswa belum melakukan operasi antarvektor. Pertemuan ini berhenti pada kemampuan merepresentasikan satu vektor, menguraikannya ke komponen, dan mengembalikannya ke besar serta arah. Operasi vektor dimulai pada Pertemuan 4; konsep gaya dimulai pada Pertemuan 5.

Tujuan belajar Pertemuan 3

Pertemuan 3 memiliki 6 tujuan utama agar fondasi vektor dipelajari secara ringan dan bertahap.

Urutan belajar: pahami makna vektor → gambar dan arah → komponen → tanda/kuadran → besar/arah → bentuk i, j, k. Operasi dua atau lebih vektor ditunda ke Pertemuan 4.

Cara belajar Pertemuan 3 agar tetap ringan

Materi vektor menjadi mudah bila arah selalu ditentukan sebelum memasukkan angka ke rumus. Gunakan urutan yang sama pada seluruh contoh dan latihan.

Kenali jenis besaran. Putuskan apakah cukup nilai+satuan atau juga memerlukan arah.
Gambar sumbu dan panah. Tetapkan +x dan +y agar tanda tidak ditebak.
Baca sudut dengan benar. Pastikan sudut diukur dari sumbu mana dan berada di kuadran mana.
Hitung komponen. Gunakan trigonometri atau rasio geometri.
Verifikasi. Cek tanda, satuan, besar, arah, dan kewajaran fisik sebelum melanjutkan.
Siklus belajar Pertemuan 3: representasi → sumbu → arah → komponen → verifikasi → interpretasi.
TUJUAN PEMBELAJARAN 1

Membedakan besaran skalar dan vektor

↑ Kembali ke Tujuan Belajar

Langkah pertama adalah memahami informasi minimum yang diperlukan untuk menyatakan sebuah besaran fisika. Pada skalar, nilai dan satuan sudah cukup. Pada vektor, arah merupakan bagian dari informasi fisik dan tidak boleh dihilangkan.

1.1 Tiga gagasan yang harus dibedakan

IstilahMakna pada Pertemuan 3Kesalahan umum
SkalarCukup dinyatakan dengan nilai dan satuan.Memberi arah pada besaran yang tidak memerlukannya.
VektorMemerlukan nilai, satuan, dan arah.Menulis perpindahan hanya sebagai “10 m” tanpa arah.
KomponenProyeksi satu vektor pada sumbu x dan y.Menganggap Aₓ dan Aᵧ sebagai dua vektor fisik yang terpisah.

1.2 Visual: skalar dan vektor

Skalar vs Vektor Skalar nilai + satuan contoh: 50 kg, 2,5 m³ Vektor nilai + satuan + arah contoh: 10 m pada 30° dari +x

Arah membedakan vektor dari skalar. Dua vektor dengan besar sama dapat mewakili keadaan berbeda bila arahnya berbeda.

1.3 Skalar dan vektor dalam konteks teknik

Skalar = nilai + satuan
Vektor = nilai + satuan + arah

Contoh skalar: massa, waktu, volume. Contoh vektor: perpindahan dan kecepatan.

1.4 Klasifikasi contoh teknik sipil

BesaranJenisMengapa?
Massa semen 50 kgSkalarNilai dan satuan sudah menentukan besaran.
Volume beton 2,5 m³SkalarTidak memerlukan arah ruang.
Vektor perpindahan 25 m ke kanan-atasVektorMakna sebuah vektor bergantung pada besar dan arah.
Perpindahan titik 4 m ke timurVektorArah diperlukan untuk menentukan posisi relatif.
Audit cepat: jika perubahan arah dapat mengubah efek fisik meskipun nilainya sama, besaran tersebut perlu diperlakukan sebagai vektor.
Latihan Tujuan Pembelajaran 1

Klasifikasikan sebagai skalar atau vektor: waktu pengecoran 45 menit; perpindahan 12 m ke kiri; volume 3 m³; kecepatan 6 m/s ke atas.

Jawaban: waktu = skalar; perpindahan = vektor; volume = skalar; kecepatan = vektor.
↑ Kembali ke Tujuan Belajar
TUJUAN PEMBELAJARAN 2

Merepresentasikan vektor dengan panah, sumbu, dan arah

↑ Kembali ke Tujuan Belajar

Perhitungan komponen hanya aman jika representasi arah sudah benar. Karena itu, mahasiswa harus dapat menerjemahkan kalimat seperti “25° di atas arah kiri” menjadi gambar sumbu, kuadran, dan tanda yang konsisten.

2.1 Representasi dan sistem sumbu

+x: kanan · +y: atas

Panah menunjukkan arah. Sumbu x–y menjadi acuan untuk menentukan kuadran, tanda, dan komponen.

2.2 Anatomi satu vektor

Aθ +x+y Panjang panah mewakili besar; orientasi panah mewakili arah.

2.3 Konvensi arah yang digunakan

  • sudut standar diukur dari +x berlawanan arah jarum jam;
  • arah kanan = 0°, atas = 90°, kiri = 180°, bawah = 270°;
  • sudut acuan boleh diberikan dari kiri/kanan, tetapi kuadran harus ditentukan sebelum komponen dihitung;
  • panjang panah pada sketsa membantu membaca arah, tetapi nilai numeriknya tetap berasal dari data soal.
Deskripsi arahKuadranTanda (x,y)
30° di atas arah kananI(+,+)
25° di atas arah kiriII(−,+)
20° di bawah arah kiriIII(−,−)
35° di bawah arah kananIV(+,−)
Latihan Tujuan Pembelajaran 2

Sebuah vektor perpindahan berarah 40° di bawah arah kiri. Tentukan kuadran serta tanda komponen x dan y sebelum melakukan perhitungan.

Jawaban: Kuadran III; komponen x negatif dan komponen y negatif.
↑ Kembali ke Tujuan Belajar
TUJUAN PEMBELAJARAN 3

Menguraikan vektor menjadi komponen x dan y

↑ Kembali ke Tujuan Belajar

Komponen adalah proyeksi satu vektor pada dua sumbu saling tegak lurus. Komponen bukan dua vektor baru; keduanya adalah cara Kartesian untuk menyatakan vektor yang sama.

3.1 Visual: komponen dan kuadran

Menguraikan Vektor menjadi Komponen Aₓ = A cos θ Aᵧ = A sin θ A θ +x +y
Tanda Komponen berdasarkan Kuadran +x+y I (+,+) II (−,+) III (−,−) IV (+,−)
Inti: nilai komponen mengikuti proyeksi; tanda komponen mengikuti arah terhadap sumbu.

3.2 Komponen vektor

Aₓ = A cos θ
Aᵧ = A sin θ

Rumus ini langsung berlaku bila θ adalah sudut standar dari +x. Untuk deskripsi arah lain, ubah dahulu menjadi sudut standar atau tetapkan tanda berdasarkan kuadran.

3.3 Mengapa cos untuk x dan sin untuk y?

Jika θ diukur dari sumbu +x, komponen x merupakan sisi dekat terhadap θ dan komponen y merupakan sisi depan. Karena itu:

Ax = A cos θ    |    Ay = A sin θ

Jika sudut justru diukur dari sumbu y atau dari arah kiri/bawah, jangan menghafal posisi sin/cos secara buta. Gambar segitiga proyeksinya atau ubah terlebih dahulu ke sudut standar.

3.4 Pemeriksaan cepat setelah menghitung

  • komponen memiliki satuan yang sama dengan vektor asal;
  • |Ax| ≤ A dan |Ay| ≤ A;
  • tanda mengikuti arah terhadap sumbu, bukan hasil kalkulator trigonometrik semata;
  • √(Ax² + Ay²) harus kembali mendekati A.

3.5 Contoh Terbimbing A — Kuadran I

Dasar

Perpindahan 10 m membentuk sudut 30° dari +x.

Aₓ = 10 cos 30° ≈ 8,66 satuan
Aᵧ = 10 sin 30° = 5,00 satuan
√(8,66² + 5,00²) ≈ 10,00 satuan
Interpretasi: kedua komponen positif karena vektor berada di Kuadran I.
Latihan Tujuan Pembelajaran 3

Vektor perpindahan 16 m berada 35° di atas +x. Hitung komponen x dan y, kemudian verifikasi besarnya.

Jawaban: Ax ≈ 13,11 satuan; Ay ≈ 9,18 satuan; verifikasi √(13,11²+9,18²) ≈ 16,00 satuan.
↑ Kembali ke Tujuan Belajar
TUJUAN PEMBELAJARAN 4

Menentukan tanda komponen dan kuadran

Latihan Tujuan Pembelajaran 4

Diketahui Ax = −9 satuan dan Ay = +12 satuan. Tentukan tanda kedua komponen, kuadran, dan arah umum vektor.

Jawaban: Ax negatif, Ay positif; vektor berada di Kuadran II dengan arah umum kiri–atas.
↑ Kembali ke Tujuan Belajar

Kesalahan yang paling sering terjadi pada vektor bukan pada perkalian sin/cos, tetapi pada tanda dan kuadran. Karena itu komponen harus selalu dibaca bersama arah fisiknya.

KuadranAxAyArah umum
I++kanan–atas
II−+kiri–atas
III−−kiri–bawah
IV+−kanan–bawah

4.1 Contoh Terbimbing B — Kuadran II

Tanda komponen

Vektor perpindahan 18 m membentuk sudut 25° di atas arah horizontal ke kiri.

Fₓ = −18 cos 25° ≈ −16,31 satuan
Fᵧ = +18 sin 25° ≈ +7,61 satuan

Tanda negatif pada Fₓ menyatakan arah ke kiri; Fᵧ positif menyatakan arah ke atas.

Catatan: jika sudut acuan diberikan dari arah kiri, jangan langsung memasukkannya sebagai sudut standar dari +x tanpa mengubah orientasi.
↑ Kembali ke Tujuan Belajar
TUJUAN PEMBELAJARAN 5

Menentukan besar dan arah vektor dari komponen

↑ Kembali ke Tujuan Belajar

Setelah tanda dan kuadran diketahui, komponen dapat digunakan untuk mengembalikan besar serta arah vektor secara konsisten.

5.1 Dari komponen kembali ke besar

A = √(Ax² + Ay²)

Rumus Pythagoras menggunakan kuadrat, sehingga besar selalu non-negatif. Tanda komponen tetap diperlukan untuk menentukan arah.

5.2 Dari komponen kembali ke arah

θ = atan2(Ay, Ax)

atan2 lebih aman daripada hanya tan−1(Ay/Ax) karena menggunakan tanda kedua komponen untuk menentukan kuadran. Bila kalkulator hanya menyediakan tan−1, tentukan kuadran secara terpisah dari tanda x dan y.

Makna tanda: Ax = −6 satuan tidak berarti “besar vektor negatif”. Artinya proyeksi horizontal sebesar 6 satuan mengarah ke sisi negatif sumbu x.
Latihan Tujuan Pembelajaran 5

Diketahui Ax = −9 satuan dan Ay = −12 satuan. Tentukan besar, kuadran, dan arah umum vektor.

Jawaban: A = 15 satuan; Kuadran III; arah kiri–bawah. Sudut standar ≈ 233,13°.
↑ Kembali ke Tujuan Belajar
TUJUAN PEMBELAJARAN 6

Menggunakan geometri arah dan bentuk Kartesian i, j, k

↑ Kembali ke Tujuan Belajar

Pada banyak representasi vektor, arah tidak diberikan sebagai sudut tetapi sebagai selisih koordinat. Geometri tersebut dapat langsung membentuk rasio arah untuk memperoleh komponen vektor.

L = √(Δx² + Δy²)    |    Fx = T(Δx/L)    |    Fy = T(Δy/L)

Tanda Δx dan Δy otomatis membawa informasi arah. Karena itu koordinat awal–akhir harus dibaca dengan konsisten.

6.1 Contoh Terbimbing C — geometri arah

Aplikasi konstruksi

Kabel dari A ke B mempunyai Δx = +4 m dan Δy = +3 m. Vektor tarik T = 25 satuan.

L = √(4² + 3²) = 5 m
Aₓ = 25(4/5) = 20 satuan
Aᵧ = 25(3/5) = 15 satuan
√(20²+15²) = 25 satuan
Interpretasi: geometri arah sekaligus menentukan besar relatif dan tanda komponen berdasarkan Δx dan Δy.

6.2 Aplikasi konstruksi dan bentuk Kartesian

Vektor arah

Vektor 12 satuan pada 40° dari horizontal:

Aₓ ≈ 9,19 satuan
Aᵧ ≈ 7,71 satuan

Kedua nilai adalah komponen dari satu vektor yang sama, bukan dua vektor baru.

Bentuk i, j, k

A = Aₓ i + Aᵧ j

Contoh: A = (−8,66 i + 5,00 j) satuan berarti vektor berada di Kuadran II.

Pengaruh sudut: untuk besar vektor tetap di Kuadran I, ketika θ dari horizontal membesar menuju 90°, komponen x mengecil dan komponen y membesar.

6.3 Vektor satuan i dan j

Bentuk A = Ax i + Ay j menyatakan satu vektor melalui dua arah basis: i pada sumbu x dan j pada sumbu y. Koefisien di depan i dan j membawa besar serta tanda komponennya.

Contoh pembacaan: A = (20 i + 15 j) satuan berarti komponen horizontal 20 satuan ke kanan dan komponen vertikal 15 satuan ke atas. Besarnya kembali menjadi 25 satuan.
A = Aₓi + Aᵧj + Azk

Jika suatu vektor mempunyai komponen pada sumbu z, notasinya diperluas menjadi A = Axi + Ayj + Azk. Pada Pertemuan 3 mahasiswa hanya perlu memahami arti ketiga komponen; operasi antarvektor tiga dimensi baru dilakukan pada Pertemuan 4.

6.4 Perluasan notasi ke tiga dimensi

↑ Kembali ke Tujuan Belajar
Latihan Tujuan Pembelajaran 6

Kabel memiliki Δx = −5 m, Δy = +12 m, dan vektor A = 26 satuan. Tentukan panjang arah, komponen, serta bentuk i, j, k.

Jawaban: L = 13 m; Fx = −10 satuan; Fy = +24 satuan; A = (−10 i + 24 j) satuan.
↑ Kembali ke Tujuan Belajar

Rangkuman Pertemuan 3 — Dasar Vektor

Makna

Skalar memiliki besar saja; vektor memiliki besar dan arah.

Komponen

Aₓ = A cos θ dan Aᵧ = A sin θ untuk sudut standar dari +x.

Dari komponen

|A| = √(Aₓ²+Aᵧ²), arah aman ditentukan dengan atan2(Aᵧ,Aₓ).

Kartesian

A = Aₓi + Aᵧj.

Batas kompetensi Pertemuan 3: satu vektor dapat direpresentasikan dan diuraikan dengan benar. Operasi antarvektor dimulai pada Pertemuan 4.

Beban belajar sesuai Rencana Pembelajaran Semester

Tatap muka / terbimbing100 menit
Penugasan Terstruktur120 menit
Belajar Mandiri120 menit
Total Pertemuan 3340 menit
MetodeDemonstrasi, worked example, latihan individual
ModalitasBauran
PenilaianFormatif 0%

Tugas belajar Pertemuan 3

Penugasan Terstruktur — 120 menit

Kerjakan variasi satu vektor pada beberapa arah dan kuadran. Setiap jawaban harus menampilkan sketsa/sumbu, sudut, tanda komponen, perhitungan besar dan arah, serta bentuk Kartesian. Tambahkan satu contoh notasi tiga dimensi A = Axi + Ayj + Azk tanpa melakukan operasi antarvektor.

Belajar Mandiri — 120 menit

Buat peta konsep skalar → vektor → representasi → komponen → kuadran → besar dan arah → bentuk Kartesian i, j, k. Operasi dua atau lebih vektor dipelajari pada Pertemuan 4.

Checklist penguasaan Pertemuan 3

0 dari 8 indikator tercapai0%

Checklist ini tersimpan pada browser/perangkat dan bukan progres atau nilai resmi sistem perkuliahan.

Indikator ketercapaian Pertemuan 3

Pertemuan 3 dianggap dikuasai jika mahasiswa dapat merepresentasikan satu vektor, menentukan komponen x–y dengan tanda yang benar, dan mengubah komponen kembali menjadi besar, arah, serta bentuk Kartesian.

Jembatan ke Pertemuan 4

Setelah satu vektor dapat direpresentasikan dan diuraikan dengan benar, Pertemuan 4 mulai membahas operasi antarvektor: penjumlahan, pengurangan, resultan vektor, perkalian skalar, dan perkalian vektor.

Pertemuan 3: satu vektor → komponen   →   Pertemuan 4: operasi beberapa vektor