Pertemuan 6 · Bab 3 · Fisika 2 Satuan Kredit Semester · Sarjana Terapan Manajemen Proyek Konstruksi

Tegangan, Gaya Normal, dan Gaya Gesek

Pertemuan 6 memperdalam tiga gaya yang sering muncul pada analisis statis: tegangan pada kabel, gaya normal pada bidang kontak, dan gaya gaya gesek statis. Semua analisis dimulai dari Diagram Benda Bebas yang benar dan menggunakan Hukum I Newton untuk kondisi statis.

Tegangan T Gaya Normal N Gaya Gesek Statis fs Koefisien Gesek Statis μs ΣFₓ = 0 ΣFᵧ = 0 340 menit Formatif 0%
Batas materi: seluruh contoh dan latihan menggunakan kondisi statis. Gaya gesek yang menjadi fokus adalah gaya gesek statis, termasuk kondisi tepat sebelum benda mulai bergeser.

Cara belajar Pertemuan 6

Pilih sistem. Tentukan benda atau sambungan yang dianalisis.
Gambar Diagram Benda Bebas. Tampilkan semua gaya eksternal.
Tetapkan arah gaya khusus. Tegangan sepanjang kabel, normal tegak lurus bidang, gaya gesek sejajar bidang.
Pilih sumbu. Pada bidang miring, sumbu sejajar dan tegak lurus bidang biasanya lebih efisien.
Gunakan kondisi statis. Tulis ΣF = 0 pada setiap arah.
Audit hasil. Periksa tanda, satuan, batas gaya gesek statis, dan makna fisiknya.
TUJUAN PEMBELAJARAN 1

Menentukan arah dan sifat tegangan kabel

↑ Kembali ke Tujuan Belajar

Tegangan T adalah gaya tarik yang diteruskan oleh kabel atau tali. Pada model kabel ideal, tegangan bekerja sepanjang arah kabel dan menarik benda menjauhi titik tempat gaya digambar.

ArahSelalu sepanjang kabel.
SifatKabel ideal menarik, bukan mendorong.
Model idealUntuk kabel ringan dan katrol ideal, besar tegangan dapat dianggap sama pada satu kabel kontinu.

1.1 Beban tergantung pada satu kabel vertikal

Beban bermassa 25 kg tergantung diam pada satu kabel vertikal.

W = mg = 25(9,81) = 245,25 N.

ΣFᵧ = 0 → T − W = 0
T = 245,25 N.

1.2 Tegangan kabel miring harus diuraikan

Jika kabel membentuk sudut θ terhadap horizontal:

Tₓ = T cos θ    |    Tᵧ = T sin θ

Jika sudut diberikan terhadap vertikal, posisi sinus dan kosinus harus mengikuti geometri, bukan dihafalkan.

Latihan Tujuan Pembelajaran 1

Beban 15 kg tergantung diam pada satu kabel vertikal. Gunakan g = 9,81 m/s². Tentukan T.

Jawaban: T = W = 15(9,81) = 147,15 N.
TUJUAN PEMBELAJARAN 2

Menentukan gaya normal dari kondisi kontak

↑ Kembali ke Tujuan Belajar

Gaya normal N adalah gaya kontak yang bekerja tegak lurus terhadap permukaan. Besarnya tidak otomatis sama dengan berat; nilainya diperoleh dari Diagram Benda Bebas dan persamaan keseimbangan.

2.1 Bidang horizontal tanpa gaya vertikal tambahan

ΣFᵧ = 0 → N − W = 0 → N = W

Hubungan N = W hanya berlaku pada kasus khusus ini.

2.2 Ada gaya tambahan ke atas

Balok 40 kg diam di lantai dan ditarik 100 N pada sudut 30° di atas horizontal.

Komponen vertikal tarikan = 100 sin30° = 50 N.

W = 40(9,81) = 392,4 N.

ΣFᵧ = 0 → N + 50 − 392,4 = 0
N = 342,4 N.

2.3 Ada gaya tambahan ke bawah

Jika sebuah gaya memiliki komponen ke bawah, gaya normal dapat menjadi lebih besar daripada berat.

Kalkulator gaya normal pada bidang horizontal

Fᵧ tambahan: positif jika ke atas, negatif jika ke bawah.

Latihan Tujuan Pembelajaran 2

Balok 30 kg diam di lantai dan mendapat gaya tambahan 60 N vertikal ke bawah. Tentukan N.

Jawaban: W = 294,3 N; N − 294,3 − 60 = 0; sehingga N = 354,3 N.
TUJUAN PEMBELAJARAN 3

Menjelaskan dan menghitung gaya gesek statis

↑ Kembali ke Tujuan Belajar

Gaya gesek statis fs menyesuaikan besarannya untuk mempertahankan kondisi tidak bergeser, sampai mencapai batas maksimum.

0 ≤ fs ≤ μsN
fs,maks = μsN
Hal penting: gaya gesek statis tidak selalu sama dengan μsN. Nilai μsN hanya merupakan batas maksimum.

3.1 Contoh bidang horizontal

Balok memiliki N = 500 N dan μs = 0,30.

Batas maksimum gaya gesek statis:

fs,maks = 0,30(500) = 150 N

Jika gaya horizontal yang harus dilawan hanya 90 N, maka gaya gesek statis aktual adalah 90 N, bukan 150 N.

3.2 Arah gaya gesek

Gaya gesek statis bekerja sejajar permukaan dan melawan kecenderungan gerak relatif. Tentukan kecenderungan gerak terlebih dahulu sebelum menetapkan arah gaya gesek.

Latihan Tujuan Pembelajaran 3

N = 400 N, μs = 0,25, dan gaya horizontal 60 N mencoba menggeser benda. Berapa fs jika benda tetap diam?

Jawaban: fs,maks = 100 N. Karena kebutuhan keseimbangan hanya 60 N dan masih di bawah batas, fs = 60 N berlawanan arah kecenderungan gerak.
TUJUAN PEMBELAJARAN 4

Menganalisis benda statis pada bidang miring

↑ Kembali ke Tujuan Belajar

Pilih sumbu sejajar dan tegak lurus bidang. Untuk berat W = mg:

W∥ = mg sin θ
W⊥ = mg cos θ
N W fₛ Bidang Miring: Sumbu Mengikuti Bidang

4.1 Tanpa gaya lain pada arah normal

ΣF⊥ = 0 → N = mg cos θ

4.2 Agar benda tidak meluncur

fs = mg sin θ

Syarat agar gaya gesek statis masih mampu menahan benda:

mg sin θ ≤ μsmg cos θ
tan θ ≤ μs

Balok berada pada bidang miring 20° dengan μs = 0,40.

tan20° ≈ 0,364.

Karena 0,364 ≤ 0,40, gaya gesek statis secara teoritis masih mampu mempertahankan balok agar tidak meluncur.

Kalkulator bidang miring statis

Latihan Tujuan Pembelajaran 4

Bidang miring θ = 25°. Berapa nilai minimum μs agar benda dapat tetap diam tanpa gaya lain?

Jawaban: μs,min = tan25° ≈ 0,466.
TUJUAN PEMBELAJARAN 5

Menganalisis sistem dua kabel

↑ Kembali ke Tujuan Belajar

5.1 Dua kabel simetris

Dua kabel identik menopang beban W dan masing-masing membentuk sudut θ terhadap horizontal.

ΣFₓ = 0 → komponen horizontal saling membatalkan
ΣFᵧ = 0 → 2T sin θ − W = 0
T = W / (2 sin θ)

W = 1000 N dan θ = 30°.

T = 1000 / [2 sin30°] = 1000 N
Tegangan masing-masing kabel = 1000 N.

5.2 Dua kabel tidak simetris

Kabel kiri membentuk sudut α terhadap horizontal dan kabel kanan membentuk sudut β terhadap horizontal.

ΣFₓ = 0 → T₁ cos α = T₂ cos β
ΣFᵧ = 0 → T₁ sin α + T₂ sin β = W

Dari dua persamaan tersebut:

T₁ = W cos β / sin(α + β)
T₂ = W cos α / sin(α + β)

Kalkulator dua kabel tidak simetris

Audit geometri: sudut pada rumus di atas diukur dari horizontal. Jika soal memberi sudut dari vertikal, ubah definisi sudut atau turunkan kembali komponen dari gambar.
Latihan Tujuan Pembelajaran 5

Beban 600 N ditopang dua kabel simetris pada sudut 45° terhadap horizontal. Tentukan T tiap kabel.

Jawaban: T = 600/[2 sin45°] ≈ 424,26 N.
TUJUAN PEMBELAJARAN 6

Menyelesaikan dan mengaudit kasus statis terintegrasi

↑ Kembali ke Tujuan Belajar

6.1 Prosedur analisis 9 langkah

Pilih benda atau sambungan.
Gambar Diagram Benda Bebas.
Identifikasi T, N, fs, W, dan gaya luar lain.
Tentukan arah setiap gaya dari sifat fisiknya.
Pilih sumbu yang paling sederhana.
Uraikan gaya miring.
Tulis ΣF = 0 pada setiap arah.
Selesaikan besaran yang belum diketahui.
Audit batas fisik, satuan, tanda, dan kewajaran hasil.

6.2 Audit fisik wajib

Tegangan
Apakah arah T mengikuti kabel dan menarik sistem?
Gaya normal
Apakah N tegak lurus bidang kontak?
Gaya gesek statis
Apakah fs melawan kecenderungan gerak dan tidak melebihi μsN?
Kesetimbangan
Apakah jumlah komponen gaya pada setiap arah benar-benar nol?
Sudut
Apakah sinus dan kosinus sesuai definisi sudut pada gambar?
Satuan
Apakah semua gaya dinyatakan dalam satuan yang konsisten?

6.3 Validator keseimbangan

Masukkan hasil penjumlahan komponen dari perhitungan manual.

Latihan integrasi Tujuan Pembelajaran 6

Sebuah benda pada bidang miring 30° memiliki massa 20 kg dan μs = 0,70. Tanpa gaya luar lain, tentukan N, kebutuhan fs, batas fs,maks, dan apakah benda dapat tetap diam.

Jawaban:
W = 196,2 N;
N = W cos30° ≈ 169,91 N;
kebutuhan fs = W sin30° = 98,10 N;
fs,maks = 0,70(169,91) ≈ 118,94 N;
karena 98,10 ≤ 118,94, benda dapat tetap diam.

Rangkuman Pertemuan 6

Tegangan dan gaya normal

Tegangansepanjang kabel
Kabel vertikal statisT = W
Normaltegak lurus bidang
Bidang miringN = mg cos θ, jika tidak ada gaya normal lain

Gaya gesek statis

Batasfs ≤ μsN
Maksimumfs,maks = μsN
Bidang miringfs = mg sin θ untuk mempertahankan diam
Syarat tanpa gaya laintan θ ≤ μs
Kalimat kunci Pertemuan 6: arah gaya ditentukan oleh sifat interaksinya; besar gaya ditentukan dari Diagram Benda Bebas dan kondisi ΣF = 0, bukan dari hafalan.

Cek konsep cepat

PernyataanKeputusanAlasan
Tegangan selalu bekerja sepanjang kabel.BenarItulah arah gaya tarik kabel ideal.
Gaya normal selalu sama dengan berat.SalahNilainya bergantung pada seluruh gaya pada arah normal.
Gaya gesek statis selalu sama dengan μsN.SalahμsN adalah nilai maksimum, bukan selalu nilai aktual.
Pada bidang miring, N dapat sama dengan mg cos θ.Benar dengan syaratBerlaku jika tidak ada gaya lain pada arah tegak lurus bidang.
Jika kebutuhan gaya gesek statis melebihi μsN, kondisi diam tidak dapat dipertahankan oleh gaya gesek statis.BenarBatas gaya gesek statis telah terlampaui.
Dua kabel simetris selalu memiliki tegangan yang sama.Benar untuk model simetrisGeometri dan beban harus benar-benar simetris.

Beban belajar

Tatap muka / terbimbing100 menit
Penugasan Terstruktur120 menit
Belajar Mandiri120 menit
Total Pertemuan 6340 menit
PenilaianFormatif 0%

Tugas belajar Pertemuan 6

Penugasan Terstruktur — 120 menit

Selesaikan tiga kasus statis: satu beban dengan dua kabel, satu balok pada bidang horizontal dengan gaya tambahan, dan satu benda pada bidang miring dengan gaya gesek statis. Untuk setiap kasus tampilkan Diagram Benda Bebas, persamaan keseimbangan, perhitungan, dan audit fisik.

Belajar Mandiri — 120 menit

Buat peta konsep: tegangan → gaya normal → gaya gesek statis → bidang miring → dua kabel → audit keseimbangan.

Bukti hasil belajar yang harus dihasilkan

  • Diagram Benda Bebas untuk setiap kasus;
  • arah tegangan, gaya normal, dan gaya gesek yang benar;
  • komponen gaya jika ada sudut;
  • persamaan ΣF = 0 pada setiap arah;
  • nilai T, N, atau fs yang dicari beserta satuannya;
  • pemeriksaan fs ≤ μsN untuk kasus gaya gesek statis;
  • interpretasi apakah kondisi statis masih dapat dipertahankan.

Checklist penguasaan Pertemuan 6

0 dari 10 indikator tercapai0%

Checklist ini tersimpan pada browser/perangkat dan bukan progres atau nilai resmi sistem perkuliahan.

Jembatan ke Pertemuan 7

Setelah menguasai gaya, Diagram Benda Bebas, tegangan, gaya normal, dan gaya gesek statis, Pertemuan 7 digunakan untuk integrasi Bab 1–3 dan persiapan Ujian Tengah Semester.

Besaran & Pengukuran → Vektor → Gaya & Diagram Benda Bebas → Tegangan/Normal/gaya gesek → Integrasi